Saturday, February 25, 2017

PENGERTIAN BELAJAR, PEMBELAJARAN dan HASIL BELAJAR

1.      Belajar
Belajar adalah proses perkembangan seseorang terhadap perubahan tingkah laku. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalamanpengalaman belajar.[1]Belajar proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungan.[2]Belajar adalah rangkaian kegiatan jiwa raga, psiko-fisik untuk menuju perkembangan pribadi manusia seutuhnya, tidak hanya berkaitan penambahan ilmu pengetahuan tetapi menyangkut segala aspek dan tingkah laku pribadi seseorang, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik.[3]Berdasarkan beberapa pendapat diatas, simpulan belajar adalah suatu
proses yang dilakukan individu secara terus-menerus untuk memperoleh pengetahuan berupa perubahan tingkah laku, diperoleh dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan, yang mencakup seluruh aspek baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. Belajar melibatkan berbagai latihan untuk membentuk kepribadian yang diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran.
2.      Pembelajaran
Kata pembelajaran berasal dari kata ajar, artinya petunjuk yangdiberikan kepada orang agar diketahui atau diikuti. Sedangkanpembelajaran berarti proses, cara, perbuatan menjadikan orang belajar.
pembelajaran adalah proses belajarberulang-ulang yang menyebabkan perubahan perilaku cenderung tetap. Pembelajaran merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik agar memperoleh kemudahan dalam berinteraksi dengan lingkungan[4]. Kegiatan ini dilakukan guru agartingkah laku siswa berubah ke arah lebih baik. pendidik menciptakan iklim, pelayanan untuk mengembangkan kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik.[5]
Dari berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik pada suatu lingkungan belajar, memanfaatkan berbagai sumber untuk mempelajari suatu materi. Pendidik bertugas membantu peserta didik memperoleh kemudahan dalam membentuk tingkah laku yang dinginkan sesuai lingkungan. Dalam pembelajaran guru memiliki peran yang penting, sehingga harus memiliki keterampilan mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
3.      Hasil belajar
Hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan. Hasil belajar tampak dari adanya perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati, diukur berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan diartikan dengan terjadinya peningkatan dan pengembangan lebih baik dibandingkan sebelumnya, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti.[6]
Selanjutnya Bloom (dalam Sudjono, 2011:49) “Hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah yaitu: ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik”. Perinciannya adalah sebagai berikut:
1.    Ranah Kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahamanan, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.
2.      Ranah Afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima atau memperhatikan, menanggapi, menilai atau menghargai, mengatur atau mengorganisasikan dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
3.      Ranah Psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik, yaitu gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan konseptual, keharmonisan, atau ketetapan, gerakan ekspresif dan interpretatif.
Ketiga ranah diatas menjadi objek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah itu, ranah kognitif yang paling banyak dinilai oleh guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.



[1]Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. (Jakarta: Bumi Aksara. 2012). Hal 28.
[2]Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. (Jakarta: Rineka Cipta. 2010). Hal 2.
[3]Sardiman, A.M. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2012). Hal 21.
[4]Thobroni, Muhammad, dan Arif Mustofa. Belajar dan Pembelajaran.
(Yogyakarta: Ar-ruzz Media, 2012). Hal,21.
[5]Hamdani, M.A. Strategi Belajar Mengajar.(Bandung: CV Pustaka Setia,2011).Hal 71.
[6]Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. (Jakarta: Bumi Aksara.2012). Hal 30.

1 comment: