Tuesday, March 14, 2017

Metode yang Tepat untuk Sukses dalam Belajar (Kiat-Kiat)

Metode yang Tepat untuk Sukses dalam Belajar

Tugas utama seorang pelajar adalah belajar.  Oleh karena itu, sudah seharusnya pelajar memandang bahwa kegiatan belajar merupakan hal yang sangat penting untuk dikedepankan.  Dan menjauhkan diri dari sifat malas dalam belajar adalah wajib.
Pelajar yang sadar betul akan tugas utamanya, tentu menginginkan kegiatan belajar yang dilakukan berujung sukses.  Namun demikian, sebagian pelajar mungkin belum mengetahui trik atau menemui kesulitan untuk bisa sukses dalam belajar.  Belajar yang sukses membutuhkan metode yang tepat.  Oleh karena itu, uraian berikut ini barangkali dapat membantu para pelajar suatu metode yang tepat agar dapat meraih sukses dalam belajar.   Belajar bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, sikap, kecakapan dan keterampilan.  Adapun metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan tertentu.  So, apa saja metode yang perlu diketahui pelajar agar belajarnya sukses?  Yuk kita cermati poin-poin dan penjelasan berikut ini!
a.      Pembuatan jadwal dan pelaksanaannya
Jadwal adalah pembagian waktu untuk sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang setiap harinya.  Agar belajar berjalan dengan baik dan berhasil seorang siswa memerlukan jadwal yang baik untuk kemudian dilaksanakan dengan teratur/disiplin.
Untuk membuat jadwal yang baik dapat dilakukan cara-cara sebagai berikut :
1.      Memperhitungkan waktu setiap hari untuk keperluan-keperluan tidur, belajar, makan, mandi, olahraga, dan lain-lain. 
Contoh membuat jadwal adalah sebagai berikut : setiap hari ada 24 jam, 24 jam ini digunakan untuk :
Tidur                                                   :  ± 8 jam
Makan, mandi, dan olahraga               :  ± 3 jam
Urusan pribadi dan lain-lain                :  ± 2 jam
Sisanya untuk belajar                          :  ± 11 jam
Waktu 11 jam ini digunakan untuk belajar disekolah selama kurang lebih 7 jam, sedangkan sisanya yang 5 jam digunakan untuk belajar di rumah atau di perpustakaan.  Hari Minggu dapat digunakan rekreasi demi kesegaran badan yang sudah 6 hari belajar.  Penyusunan jadwal di atas bisa berbeda tergantung dengan situasi dan kondisi siswa dalam keluarga, yang penting dalam 24 jam satu hari, jangan sampai tidak ada alokasi untuk belajar di rumah.
2.      Menyelidiki dan menentukan waktu-waktu yang tersedia setiap hari.
3.      Merencanaan penggunaan belajar itu dengan cara menetapkan jenis-jenis mata pelajarannya dan urutan-urutan yang harus dipelajari.
4.      Menyelidiki waktu-waktu mana yang dapat dipergunakan untuk belajar dengan hasil terbaik.  
5.      Menghemat waktu, setiap siswa wajib memastikan waktu yang digunakan adalah untuk kegiatan yang bersifat positif.  Jangan ragu menolak ajakan kawan mengikuti kegiatan yang tidak baik.
b.      Membaca dan Membuat Catatan
Hampir sebagian besar kegiatan belajar adalah membaca. Membaca adalah alat belajar.  Oleh karena itu, para pelajar harus suka membaca.  Salah satu metode membaca yang baik dan banyak dipakai untuk belajar adalah membaca SQR4 atau Survey (meninjau), Question (mengajukan pertanyaan), Read (membaca), Recite (menghafal), Write (menulis) dan Review (mengingat kembali).
Sebelum membaca sebuah buku, pelajar perlu terlebih dahulu meninjau/menyelidiki gambaran isi buku yang akan dibaca.  Ini dapat dilakukan dengan membaca ringkasan isi buku yang umumnya ditulis di sampul belakang buku.  Selanjutnya mencoba untuk mengajukan pertanyaan, dengan harapan itu akan terjawab sesudah membaca, sesudah itu barulah membaca.  Pada saat membaca, biasakan kita menyediakan pulpen dan notebook atau pulpen saja.  Saat sedang membaca, isi materi pada buku yang dianggap penting dapat kita tulis di notebook atau cukup diberi tanda (garis bawah misalnya). Selain itu perlu juga adanya catatan-catatan  baik di buku tersendiri atau pada buku bacaan (pada sisi kanan atau kiri halaman yang tidak ditulisi).  Membaca haruslah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berkonsentrasi penuh untuk memperoleh hasil yang sebanyak-banyaknya.  
Sesudah membaca selesai, dilanjutkan menghafalkan (dengan bermakna)  pokok-pokok yang penting-penting, terus mencatat pokok-pokok itu untuk membuat ringkasan atau kesimpulan tentang apa yang sudah dipelajari, atau menulis jawaban-jawaban pertanyaan baik yang dibuat sendiri atau yang ada dalam buku.  Kegiatan terakhir adalah mengulang atau mengingat kembali tentang bahan yang sudah dipelajari.
Agar siswa dapat membaca dengan efisien diperlukan kebiasaan-kebiasaan yang baik, antara lain memperhatikan kesehatan membaca.  Kesehatan membaca penting artinya demi keberlangsungan membaca.  Kesehatan membaca meliputi : memejamkan mata atau memandang jauh sewaktu-waktu membaca, buku yang dibaca kelihatan jelas dengan sinar yang terang, tak silau/ada bayang pada buku, jarak mata dengan buku ± 25 – 30 cm, membaca pada meja belajar dan istirahat sesudah membaca ± 1 sampai 2 jam.  Selain kesehatan membaca, kebiasaan yang laian adalah, adanya jadwal, membuat tanda-tanda/catatan-catatan, memanfaatkan perpustakaan karena perpustakaan adalah sumber buku yang akan melengkapi buku-buku pribadi seseorang, selanjutnya membaca sungguh-sungguh semua buku-buku yang perlu untuk setiap mata pelajaran sampai menguasai isinya, dan membaca dengan konsentrasi penuh.
Selain kebiasaan baik, ada juga kebiasaan belajar yang jelek/buruk, kebiasaan itu antara lain : membaca sambil menggerakkan bibir/bersuara, dengan menunjuk kata yang dibaca, mundur kembali.mengulang-ulang, melihat satu kata demi satu kata, sambil tiduran, sambil makan-makanan kecil, sambil ngobrol, sambil mendengarkan siaran radio atau TV dengan suara keras, sambil melamun, dan lain-lain.  Kebiasaan-kebiasaan itu perlu segera dtinggalkan dan diganti dengan kebiasaan baik.
c.       Mengulangi Bahan Pelajaran
Mengulangi besar pengaruhnya dalam belajar, karena dengan adanya pengulangan (review) “bahan yang belum begitu dikuasai serta mudah terlupakan” akan tetap tertanam dalam otak seseorang.  Mengulang dapat secara langsung sesudah membaca, tetapi juga bahkan lebih penting, adalah mempelajari kembali bahan pelajaran yang sudah dipelajari.  Cara ini dapat ditempuh dengan cara membuat ringkasan, kemudian untuk mengulang cukup belajar dari ringkasan ataupun juga dapat dari mempelajari soal jawab yang pernah dibuatnya.  Agar dapat mengulang dengan baik perlu disediakan  waktu untuk mengulang dan menggunakan waktu itu sebaik-baiknya untuk menghafal dengan bermakna dan memahami bahan yang diulang secara sungguh-sungguh.
Agar dapat menghafal bahan dengan baik pelajar perlu memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :
1.      Menyadari sepenuhnya tujuan belajar
2.      Mengetahui betul-betul tentang makna bahan yang dihafal
3.      Mencurahkan perhatian sepenuhnya sewaktu menghafal
4.      Menghafal secara teratur sesuai kondisi badan yang sebaik-baiknya serta daya serap otak terhadap bahan yang harus dihafal




d.      Konsentrasi
Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan.  Dalam belajar konsentrasi berarti pemusatan pikiran terhadap suatu mata pelajaran dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan dengan pelajaran.
Kemampuan untuk memusatkan pikiran terhadap suatu hal atau pelajaran itu pada dasarnya ada pada setiap orang hanya besar atau kecilnya kemampuan itu berbeda-beda.  Hal ini dipengaruhi oleh keadaan orang tersebut, lingkungan dan latihan/pengalaman.  Pemusatan pikiran merupakan kebiasaan yang bisa dilatih, jadi bukan bakat/pembawaan.  Pemusatan pikiran dapat dicapai dengan mengabaikan atau tidak memikirkan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya, jadi hanya memikirkan suatu hal yang dihadapi/dipelajari serta yang ada hubungannya saja.
Konsentrasi besar pengaruhnya terhadap belajar.  Jika seseorang mengalami kesulitan berkonsentrasi, jelas belajarnya akan sia-sia, karena hanya membuang tenaga, waktu dan biaya saja. Seseorang yang dapat belajar dengan baik adalah orang yang dapat berkonsentrasi dengan baik, dengan kata lain ia harus memiliki kebiasaan untuk memusatkan pikiran.  Jadi kebiasaan untuk memusatkan pikiran ini mutlak perlu dimiliki oleh setiap siswa yang belajar.
Dalam kenyataan seseorang sering mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, hal ini disebabkan : kurang berminat terhadap mata pelajaran yang dipelajari, terganggu oleh keadaan lingkungan (bising, keadaan yang semrawut, cuaca buruk dan lain-lain), pikiran kacau dengan banyak urusan/masalah-masalah kesehatan (jiwa dan raga) yang terganggu (badan lemah), bosan terhadap pelajaran/sekolah dan lain-lain.
Selanjutnya agar dapat berkonsentrasi dengan baik (untuk mengembangkan kemampuan konsentrasi lebih baik) diperlukan usaha sebagai berikut : menumbuhkan minat dan motivasi yang tinggi terhadap suatu mata pelajaran (tidak ada mata pelajaran di sekolah yang tidak berguna, semua berguna untuk masa depan kita hanya saja belum kita ketahui sepenuhnya), ada tempat belajar tertentu dengan meja belajar yang bersih dan rapi, menjaga kesehatan dan memperhatikan kelelahan, menyelesaikan soal/masalah-masalah yang mengganggu dan bertekad untuk mencapai tujuan/hasil terbaik setiap kali belajar.
Bagi pelajar yang sudah biasa berkonsentrasi belajar di mana dan kapan saja mungkin tidak menjadi persoalan, namun bagi yang masih sulit berkonsentrasi dalam belajar tidak ada salahnya untuk tidak menyerah dalam berusaha, karena kemampuan berkonsentrasi adalah kunci untuk berhasil dalam belajar. 
e.       Mengerjakan Tugas
Selain membaca sebagai alat belajar, mengerjakan tugas (berupa pengerjaan tes/ulangan atau ujian yang diberikan guru, membuat/mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku-buku ataupun soal-soal buatan sendiri) juga merupakan kegiatan belajar.  Mengerjakan tugas akan mempengaruhi hasil belajar.
Oleh karena itu, berhasil dalam belajar erat juga kaitannya dengan mengerjakan tugas sebaik-baiknya.  Agar dapat mengerjakan tugas sebaik-baiknya, berikut ini beberapa petunjuk yang dapat dipakai pelajar yaitu :
1.      Menyiapkan peralatan dan buku-buku yang diperlukan.
2.      Menetapkan waktu yang diperlukan.  Ini penting, supaya pada saat mengerjakan tugas, pelajar tertuju penuh pada tugasnya dan bukan pada hal-hal yang lain sebelum tugasnya selesai.
3.      Membaca petunjuknya dengan baik, jika soal itu bukan buatan sendiri.
4.      Membaca soal satu demi satu dari nomor satu sampai nomor terakhir.
5.      Mengerjakan tugas dapat dilakukan dari poin yang paling mudah dulu, baru nomor yang lain dari nomor yang agak mudah sampai yang terakhir.
6.      Jika mengalami kesulitan dalam mengerjakannya, bisa melihat catatan/buku pegangan/ringkasan untuk mendapatkan tuntunan, bisa juga meminta petunjuk kepada orang lain misalnya kepada kakak/orangtua. 
7.      Pastikan tugas dikerjakan dengan baik.  Jika tugas berupa soal-soal, pastikan semua sudah dikerjakan dan tidak ada yang tinggal.  Sekiranya soal yang ditinggalkan adalah soal yang sulit dan belum menemukan jawabannya saat itu, soal tersebut dapat didiskusikan dengan teman-teman atau kepada guru yang bersangkutan sebelum tugas tersebut dikumpulkan.

Uraian di atas barangkali belum sepenuhnya menjawab persoalan belajar yang dihadapi pelajar, namun setidaknya dengan penjelasan tersebut dapat membantu pelajar mendapatkan metode yang tepat agar dapat sukses dalam belajar.  Semoga! (Diikutip dari buku “Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi” karya Drs. Slameto, 2010 dan diolah seperlunya).

No comments:

Post a Comment